Pelayanan Pinjaman


Digitalisasi CU di BKCU Kalimantan Semakin Kokoh di Masa Pandemi COVID-19

Hits: 366 Written by Administrator Created on Monday, 13 July 2020 06:06 Category: Berita

Memasuki era digital, segala sesuatu ada dalam genggaman tangan dan dapat terjadi sekedipan mata. Teknologi telah mengubah tatanan sistem perindustrian dan perekonomian bahkan masyarakat mikro secara global, sehingga mau tak mau bisnis harus beradaptasi dengan menerapkan cara baru untuk berkembang dan tidak kalah bersaing.

Digitalisasi adalah kuncinya. Hal ini telah disadari oleh Puskopdit Badan Koordinasi Credit Union (BKCU) Kalimantan sejak akhir 2017 dan oleh karenanya, BKCU Kalimantan mencanangkan “Program Digitalisasi untuk Credit Union”. Implementasi program digitalisasi tersebut terbagi menjadi 2 fase bagi masing - masing CU. Tahap 1 : Implementasi transaksi online (Aplikasi Escete). Tahap 2 - Digitalisasi aplikasi inti CU (Core System). 

Saat ini 7 CU sudah selesai melakukan implementasi fase 2. Tujuh CU dalam fase 1, dan 12 CU sedang sedang berproses untuk implementasi program ini. Diproyeksi hingga akhir Desember 2020 , 26 CU anggota BKCUK akan melakukan implementasi digitalisasi ini. Sudah barang tentu, digitalisasi sangat bermanfaat untuk anggota dan lembaga CU. Sederet manfaat bagi anggota antara lain: 

memudahkan transaksi tanpa harus ke kantor CU, karena anggota CU dapat melakukan transaksi kapan saja, di mana saja dengan siapa saja secara aman, mudah, dan terjangkau, berkat adanya Aplikasi Mobile Escete dan Core System. Selain itu, anggota dapat memenuhi kebutuhan harian dan pembayaran tagihan dengan mudah dan efisien. Anggota juga dapat mengecek seluruh transaksi dan kewajiban di CU secara real time. Bahkan diproyeksikan anggota dapat meningkatkan pendapatannya melalui bantuan jaringan bisnis yang dibangun oleh kolaborasi CU dengan dunia usaha secara digital. Dari sisi operasional, Aplikasi Escete yang terkoneksi dengan Core System memberikan kemudahan bagi para pengurus dan manajemen CU untuk memproses transaksi CU secara real time dan tersentralisasi, serta memudahkan pemantauan pelaporan secara harian. Proses pelaporan keuangan bulanan, misalnya, yang selama ini masih melibatkan proses transfer data ke format excel, lalu diolah kembali dan cenderung dapat memunculkan kesemrautan data, sudah dibarui dengan sistem pelaporan yang fix dan build-up dari core system. Hal ini membantu manajemen lebih efisien, cepat, lengkap, memudahkan pengawasan, dan tentunya meminimalisir fraud. Rekam digital data dan transaksi, juga dengan mudah didapatkan oleh pegurus dan pengawas, jika sekiranya ada keperluan aksidental. Tidak berhenti sampai di sini, BKCU Kalimantan serta CU–CU di bawah naungannya sudah mempersiapkan program digitalisasi lanjutan bagi anggotanya. Pengalaman pada masa pandemi COVID-19, digitalisasi menjadi semakin penting dilakukan agar operasional CU dapat terus berjalan dan para anggota juga tetap dapat bertransaksi dengan aman, mudah, dan mengikuti anjuran social distancing. Anggota yang kesulitan menjangkau kantor CU karena aturan pemerintah yang membatasi mobilitas masyarakat, menjadikan digitalisasi sebagai keniscayaan bagi CU-CU primer. Puskopdit BKCU Kalimantan dan CUCU primer anggotanya sepakat agar gerak digitalisasi ini terus digalakkan. Hal tersebut mengemuka dalam diskusi BKCU mengenai “Tinjauan Roadmap Digitalisasi Escete”, yang muncul dalam virtual meeting, Kamis (14/5). Selain program digitalisasi yang telah berjalan saat ini, terdapat juga 4 program besar dalam peta jalan digitalisasi BKCU Kalimantan yang akan direalisasikan dalam waktu dekat. Program tersebut adalah: 

1) Peluncuran layanan tarik tunai pada jaringan ATM perbankan. Tujuan pengembangan layanan tersebut untuk memudahkan anggota melakukan transaksi tarik tunai tanpa harus hadir pada Tempat Pelayanan (TP). Anggota dapat melakukan tarik tunai menggunakan kartu ATM CU, dan dapat menarik di ATM perbankan manapun di seluruh Indonesia. Ini sangat membantu anggota yang berada di perkotaan dan sudah terbiasa menggunakan mesin ATM perbankan.

2) Peluncuran layanan setor dan tarik tunai pada toko ritel. Tujuan pengembangan layanan ini untuk memudahkan anggota melakukan transaksi setor dan tarik tunai pada toko-toko ritel, tanpa harus hadir pada Tempat Pelayananan (TP). Toko-toko ritel sudah menjangkau kotalkota kecil di seluruh Indonesia, sehingga anggota dengan mudah menarik dan menyetor secara tunai di toko ritel. Ini sangat cocok bagi anggota CU yang tidak bisa menggunakan kartu ATM CU.

3) Peluncuran layanan finansial melalui jaringan agen CU. Tujuan pengembangan layanan ini untuk memudahkan anggota melakukan transaksi tanpa harus hadir di TP serta meningkatkan pendapatan anggota.

4) Proyek kolaborasi digital antara CU dengan pelaku Industri. Dalam program ini, para anggota CU yang merupakan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) akan bekerja sama dengan pelaku industri untuk melakukan transformasi digital di seluruh lini produksi dan bisnis mereka. CU adalah perantara dan mitra anggota. Dengan mengadopsi beragam teknologi dan praktik yang ada, anggota CU diharapkan dapat mempunyai hasil produksi dengan kualitas pasar dan bisnis yang berkelanjutan. Dengan demikian ada kepastian hasil usaha anggota terserap oleh dunia industri tidak hanya secara lokal, tetapi mencakup seluruh daerah secara nasional. Bagi CU, anggota yang semakin luas berproduksi, meningkatkan pinjaman produktif di CU, dan kredit lalai bisa diminimalisir.

 

Peta jalan digitalisasi tersebut telah disepakati dan tahap demi tahap telah direaliasikan oleh CU-CU Puskopdit BKCU Kalimantan. Saatnya untuk beradaptasi dengan situasi new normal dengan kekuatan digitalisasi CU. Semoga CU dapat menjawab tuntutan pelayanan yang diminta anggota di tengah merebaknya wabah COVID-19 saat ini dan juga untuk keberlanjutan gerakan CU di masa depan.

 

 

Kalkulator Kredit (Silahkan klik untuk mulai menghitung)

Kisah Sukses

IMAGE CUSS Membarikan Ketenangan Dalam Menjalankan Usaha
Tuesday, 13 November 2012
Manakah yang anda pilih, punya utang 10 juta rupiah dengan asset 50 juta rupiah atau punya utang 100 juta rupiah dengan asset  600 juta rupiah? Demikian pertanyaan bapak menteri BUMN Dahlan Iska... Read More...
IMAGE Kisah Sukses Dari KM Saluampak
Tuesday, 13 November 2012
Setelah sekian lama CUSS KM Saluampak berjalan, sudah banyak anggota yang sudah merasa sangat tertolong dan terbantu oleh kehadiran CUSS di tempat ini. Banyak anggota yang awalnya menggadaikan kebun... Read More...
IMAGE Membangun Keluarga dan Masyarakat melalui Credit Union Sauan Sibarrung
Friday, 14 June 2013
Saya Andarias Tappi’, anggota CU – SS dari TP Deri. Sehari-hari saya dipanggil Pong Riani.  Saya menjadi anggota CU sejak tahun 2007 yang pada saat itu masih berpusat di Makale. Saya ingin... Read More...

Kalender & Agenda

Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31

Visitors Counter

16484191
Today
This Week
This Month
All days
32227
278331
315853
16484191