Berita


Study Banding Aktivis CUSS ke DIY dan Jawa Tengah

Tahun 2016 sebagai tahun pemberdayaan bagi CU sauan Sibarrung yang lahir dan dan berkembang bagi masyarakat Toraja, Luwu dan pare-Pare di Sulawesi Selatan. Dengan mengusung visi pemberdayaan berbasis komunitas, maka CU Sauan Sibarrung mengintensifkan pemberdayaan komunitas, kelompok binaan dan usaha-usaha anggota melalui pendampingan yang sudah dimulai dari tahun 2009. Berbagai upaya sudah dilaksanakan lewat pendidikan dan pelatihan anggota. Pendidikan dan pendampingan yang dilakukan telah menampakkan hasil yang tidak mengecewakan terutama dari segi usaha produktif anggota. CU Sauan Sibarrung menyadari pendampingan belum maksimal sehingga perlu menambah kualitas tim pendamping dan melihat ditempat lain yang memiliki kegiatan yang serupa sehingga akan menambah ilmu dan wawasan untuk pengembangan komunitas dan kelompok yang sudah dikembangkan di CU Sauan Sibarrung.

Maka inilah yang melatar belakangi CUSS mengutus delapan orang Aktivis ke DIY dan Jawa tengah kurang lebih delapan hari, yang terdiri dari unsur pengurus, Komite Tempat Pelayanan, Manajemen dan aktivis (Mentor dan sangayoka), ke Komunitas-komunitas binaan PSE dan CU yang telah maju dalam proses pemberdayaan dan system pemasaran yang tepat.

Peserta studi banding tiba di Yogyakarta lansung menuju ke CU Tyas Manunggal, disambut oleh pengurus dan manajer CUTM dirumah makan Nasi bakar organik yang merupakan salah satu usaha anggota CUTM. Dalam pertemuan ini peserta studi banding dari CUSS menjelaskan maksud dan tujuan kunjungan ke CUTM, serta sharing tentang pemberdayaan yang sudah dilaksanakan di CU masing–masing. Penerimaan peserta dirumah makan Nasi bakar Organik merupakan salah satu contoh pemberdayaan anggota yang dibuat oleh CUTM. Setelah diskusi para peserta studi banding mengunjungi dan menginap di rumah anggota. Mengunjungi tempat pembelajaran budidaya perikanan air tawar (budidaya ikan lele) dan industry rumah tangga . Setelah mengunjungi beberapa usaha anggota lalu berdialog dengan pengurus dan manajemen CUTM tentang wirausaha dan pemasaran hasil anggota. Hal yang menjadi pembelajaran dalam diskusi adalah aggota kelompok harus bergabung dalam satu grup “Simbiosis” berada dalam satu rantai yang saling membutuhkan .

live-in di Desa wisata untuk mendalami aktivitas masyarakat, mendalami kekhasan Desa Wisata ,mendalami pengorganisasian dan jaringan kampung wisata. Selain peserta mengalami, merasakan, melihat dan mendalami kegiatan di Desa Wisata, kami mendapat pembelajaran bagaimana pengorganisasian Desa Wisata. Memulai desa wisata itu tidak harus menunggu semua masyarakat paham dan mau menerima, tetapi harus berani memulai dari beberapa orang saja biarlah yang lain paham 10 tahun akan datang itu tidak menjadi masalah. “Apa yang kita bisa lakukan, dilakukan saja”, salah satu pernyataan pengelola Desa wisata Candran Kebonagung Imogiri Yogyakarta yang kami kunjungi. Desa wisata itu apa adanya bukan ada apanya, yang ada disitu itu yang kita lakukan menurut pengelola Desa Wisata itu.

Berangkat ke Sleman dan Semarang, mendalami manajemen usaha tani, perikanan dan peternakan , serta studi banding pada usaha–usaha rakyat dalam pendamping Ibu Isti dan tim. Dari Semarang berkunjung ke Muntilan berguru pada Rm. Kirdjito mendalami air ionisasi di salah satu gedung yang dijadikan laboratorium. Sharing bersama tim Rm. Kirdjito di laboratorium yang dipenuhi dengan bejana dan botol-botol untuk mencoba dan meneliti air yang merupakan sumber kehidupan. Mengawali sharing Rm Kirdjito mengutip dari kitab kejadian : Pada mulanya Allah menciptakan bumi dan langit belum terbentuk dan kosong gelap gulita menutupi samudera raya dan roh Allah melayang–layang di permukaan air (kej. 1: 1-2). Air adalah yang pertama bahkan tubuh manusia itu terdiri dari 60 – 70 % adalah air, lanjut Rm. Kirjito. Air adalah yang utama, semua makanan itu diolah dengan menggunakan air, nah jenis air seperti apa yang kita perlukan? Rm.Kirdjito bersama masyarakat Klaten meneliti air hujan hampir dua tahun. Mereka membandingkan air hujan berdasarkan waktu turunnya, lokasinya, kondisi turunnya hingga bagaimana cara penyimpanannya. Inillah yang mematahkan anggapan bahwa air hujan itu tidak baik.

Itulah rangkain studi banding yang dibuat CU Sauan Sibarrung yang diwakii delapan Orang Aktivis, semoga kegiatan ini bermamfaat bagi perkembangan anggota CU Sauan Sibarrung dalam pemberdayaan yang sudah dimulai. (Antonius Rantetana)

Kalkulator Kredit (Silahkan klik untuk mulai menghitung)

Kisah Sukses

IMAGE CUSS Membarikan Ketenangan Dalam Menjalankan Usaha
Tuesday, 13 November 2012
Manakah yang anda pilih, punya utang 10 juta rupiah dengan asset 50 juta rupiah atau punya utang 100 juta rupiah dengan asset  600 juta rupiah? Demikian pertanyaan bapak menteri BUMN Dahlan Iska... Read More...
IMAGE Kisah Sukses Dari KM Saluampak
Tuesday, 13 November 2012
Setelah sekian lama CUSS KM Saluampak berjalan, sudah banyak anggota yang sudah merasa sangat tertolong dan terbantu oleh kehadiran CUSS di tempat ini. Banyak anggota yang awalnya menggadaikan kebun... Read More...
IMAGE Membangun Keluarga dan Masyarakat melalui Credit Union Sauan Sibarrung
Friday, 14 June 2013
Saya Andarias Tappi’, anggota CU – SS dari TP Deri. Sehari-hari saya dipanggil Pong Riani.  Saya menjadi anggota CU sejak tahun 2007 yang pada saat itu masih berpusat di Makale. Saya ingin... Read More...

Kalender & Agenda

Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31

Weblinks

Visitors Counter

6087381
Today
This Week
This Month
All days
6799
30623
171614
6087381