Berita


Filosofi Tallu Lolona A'pa' tauninna dalam Gerakan Pemberdayaan

Seminar Sehari dalam rangka 10 Tahun CU Sauan Sibarrung yang dilaksanakan di Aula Kantor Pusat CU Sauan Sibarrung (CU-SS) Di Jalan Pongtiku No.477B, Mandetek, Kecamatan Makale Utara, Kabupaten Tana Toraja mengangkat tema“ IMPLEMENTASI FILOSOFI TALLU LOLONA A’PA’ TAUNINNA DALAM GERAKAN PEMBERDAYAAN HIDUP MASYARAKAT TORAJA DEMI KEUTUHAN CIPTAAN ”. Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 30 Januari 2017 ini di hadiri oleh ± 300 orang yang berasal dari 12 Tempat Pelayanan CU Sauan Sibarrung dan terdiri dari beberapa unsur, yaitu Pengurus, Pengawas, Manajemen, Komite, Sangayoka, Mentor, dan Utusan- utusan yang berasal dari setiap wilayah pengembangan Cu Sauan Sibarrung, yakni dari wilayah Pare – Pare, Toraja, Toraja Utara, Luwu Timur, Luwu Utara, Palopo Kota, dan Luwu, beserta beberapa undangan dari berbagai kalangan masyarakat.

Seminar budaya yang juga diikuti oleh beberapa undangan seperti Pemerintah, Pengurus BKCU Kalimantan, Bank Mitra, dan keluarga Alm. Stanislaus Sandarupa, MA., Ph.D., juga menghadirkan budayawan Toraja sebagai pembicara antara lain Ne’ Sando Tato’ Dena’, Jonathan Limbong Parapak, dan Naomi Patiung. Dalam seminar ini, panitia juga menghadirkan Pembicara di bidang Pemberdayaan Masyarakat seperti Bambang Ismawan dan Titus Odong Kusumajati.

PERKEMBANGAN CU SAUAN SIBARRUNG DALAM KURUN WAKTU 10TAHUN

Dalam pembukaan seminar, Ketua CU Sauan Sibarrung P. Fredy Rantetaruk, Pr memberikan gambaran tentang perkembangan CU Sauan Sibarrung dari tahun ke tahun sampai pada tahun ke-10 serta capaian dan kegiatan CU-SS di Tahun Buku 2016. Dalam pemaparan materi pada awal kegiatan, P. Fredy Rantetaruk, Pr menekankan gagasan utama dari CU Sauan Sibarrung dalam beberapa poin antara lain :

  • CU Sauan Sibarrung lahir dari rahim Gereja KAMS.

  • CU Sauan Sibarrung bagian dari gerakan Koperatif (Cooperatif Movement).

  • Membangun Gerakan CU Sauan Sibarrung.

  • Pemberdayaan Berbasis Komunitas Masyarakat Toraja.

  • Pembangunan Berkelanjutan berdasarkan Filosofi Tallu Lolona A’pa’ Tauninna.

  • CU Sauan Sibarrung ikut berkontribusi bagi Toraja Sejahtera dan Reselien.


 

Tabel Pertumbuhan Secara umum CU Sauan sibarrung sejak berdiri

Tahun

Asset ( Rp)

Anggota ( Org )

Staf ( Org )

2006

550.200.000

94

2

2007

9.895.449.122

1.944

10

2008

14.735.388.628

3.793

15

2009

21.623.807.998

6.589

35

2010

77.214.050.079

10.969

46

2011

122.157.599.938

15.750

57

2012

187.617.068.703

21.895

77

2013

245.077.950.235

25.493

84

2014

301.164.632.023

28.702

95

2015

353.425.028.686

30.901

104

2016

394.451.320.538

31.608

121


 

Dalam perkembangannya, CU Sauan Sibarrung juga merubah Misi dari “Lembaga Keuangan Masyarakat Toraja yang Tangguh dan Terpercaya Berdasarkan Nilai-nilai dan Prinsip-prinsip Credit Union ” menjadi “ Menjadi Lembaga Pemberdayaan Hidup Masyarakat Toraja yang Tangguh dan Terpercaya Demi Kesejahteraan Anggota ”. Ketua CU-SS juga mengatakan Konsep koperatif dalam CU Dewasa ini adalah CU dibentuk oleh anggota yang berkomitmen untuk bekerja bagi dan dengan orang lain untuk pembangunan manusia secara berkelanjutan.

IMPLEMENTASI FILOSOFI TALLU LOLONA A’PA’ TAUNINNA DALAM GERAKAN PEMBERDAYAAN .

Dalam buku Tongkonan tulisan Stanislaus Sandarupa dibahas kebudayaan Toraja yang berpusat pada Filosofi tallu lolona – a’pa’ tauninna, tiga pucuk kehidupan – empat tembuni. Ketiga pucuk kehidupan itu meliputi: Manusia (lolo tau), Hewan (lolo patuoan), dan Tanaman (lolo tananan); sementara empat tembuni, yang keempat adalah pengkanorongan, merendahkan diri dan bersujud di hadapan Tuhan atas kesalahan dan kekeliruan yang terjadi dalam kehidupan manusia. Ketiga pucuk kehidupan ini ditata dalam suatu relasi harmonis yang berpusat pada tiga relasi, yaitu: 1). Relasi harmonis antara manusia dengan Puang Matua dan Leluhur, Agama, Pemali, Kebenaran, dan Ampu Padang; 2). Relasi harmonis antara manusia dengan manusia; dan 3). Relasi harmonis antara manusia dan lingkungan, yaitu hewan dan tanaman. Jadi, Tallu Lolona adalah filosofi orang toraja dalam memandang ekosistem sumber daya alam, yaitu hubungan antara manusia, tumbuhan, dan hewan yang kait mengait dan hidup menghidupi di atas bumi.

Menurut Rektor Universitas Pelita Harapan, Jonathan L. Parapak, Budaya Toraja harus dinamis, sebab budaya yang tidak dinamis dapat membuat manusia menjadi terbelakang. Pusat budaya Toraja adalah Tongkonan, karena di situ sumber falsafah Toraja. Jonathan Parapak juga mengatakan Pemberdayaan Berbasis Kearifan Lokal itu seperti :

  • Menghargai nilai luhur budaya dan kearifan lokal; menumbuhkembangkan kehidupan spiritual holistik.

  • Mengintegrasikan nilai luhur agama, budaya bangsa dalam proses modernisasi menuju kesejahteraan holistik.

    • Mendorong kebersamaan dan gotong royong yang saling melengkapi.

  • Meningkatkan kompetensi daya saing melalui pendidikan, pelatihan dan model unit usaha “Success Story”.

  • Mengembangkan Model usaha yang bisa menjadi contoh.

  • Mengembangkan infrastruktur ekonomi, mempermudah akses modal, informasi dan teknologi.

Hal ini sejalan dengan pemikiran Titus Odong Kusumajati. Menurut Titus, pandangan hidup holistik ini sangat tepat meresapi perilaku masyarakat Toraja. Apabila gerakan CU ini ingin memiliki akar yang kuat, maka haruslah menghidupi juga kearifan lokal ini. Sebab, adat lokal seringkali berperan lebih kuat dibandingkan Undang-undang atau peraturan formal dalam ‘mengikat’ setiap anggota masyarakatnya.

Oleh karena itu, apa yang telah dilakukan oleh CU Sauan Sibarrung khususnya dalam bidang pendidikan dan pelatihan, sudah tepat. Sebab, hanya melalui proses pendidikan dan pelatihan yang diagendakan secara serius, sistim manajemen modern dan nilai-nilai budaya dan adat lokal bisa dipadukan dan dipahami oleh masyarakat.

Secara lebih mendalam, Bambang Ismawan, memfokuskan pemahaman ini pada bidang pemberdayaan masyarakat. Menurut Bambang, proses pendidikan dan pelatihan yang selama ini telah digalakkan oleh Credit Union, hanya bisa berbuah nyata dan membawa dampak positif bagi masyarakat apabila hal itu diwujudnyatakan dalam usaha pemberdayaan masyarakat (baca: anggota), khususnya di bidang pengembangan usaha mereka. Dalam bidang kongkrit itu, CU akan mampu mencerdaskan kehidupan masyarakat, memandirikan, mensejahterakan, mensoliderkan/merukunkan kehidupan bersama, dan melestarikan lingkungan secara berkelanjutan.

Dengan demikian, diharapkan bahwa cita-cita CU Sauan Sibarrung untuk “Menjadi Lembaga Pemberdayaan Hidup Masyarakat Toraja yang Tangguh dan Terpercaya demi Kesejahteraan Anggota” akan terwujud segera. Semoga. (eko matangkin/hans pabiban)

Kalkulator Kredit (Silahkan klik untuk mulai menghitung)

Kisah Sukses

IMAGE CUSS Membarikan Ketenangan Dalam Menjalankan Usaha
Tuesday, 13 November 2012
Manakah yang anda pilih, punya utang 10 juta rupiah dengan asset 50 juta rupiah atau punya utang 100 juta rupiah dengan asset  600 juta rupiah? Demikian pertanyaan bapak menteri BUMN Dahlan Iska... Read More...
IMAGE Kisah Sukses Dari KM Saluampak
Tuesday, 13 November 2012
Setelah sekian lama CUSS KM Saluampak berjalan, sudah banyak anggota yang sudah merasa sangat tertolong dan terbantu oleh kehadiran CUSS di tempat ini. Banyak anggota yang awalnya menggadaikan kebun... Read More...
IMAGE Membangun Keluarga dan Masyarakat melalui Credit Union Sauan Sibarrung
Friday, 14 June 2013
Saya Andarias Tappi’, anggota CU – SS dari TP Deri. Sehari-hari saya dipanggil Pong Riani.  Saya menjadi anggota CU sejak tahun 2007 yang pada saat itu masih berpusat di Makale. Saya ingin... Read More...

Kalender & Agenda

Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30

Weblinks

Visitors Counter

6462433
Today
This Week
This Month
All days
821
34972
191281
6462433