MENYATU DENGAN ALAM: Pembelajaran dari Eco Learning Camp, Bandung

“Kita memasuki waktu hening. Silakan dengar suara alam sekitar, renungkan, tarik nafas dalam-­dalam, dan lepaskan perlahan”

Dua kalimat itu terlontar dari Adi, salah seorang Ksatria Shambhala, atau volunteer Eco Camp, Dago Pakar No. 3, Bandung, Jawa Barat. Saat itu, Adi memimpin penjelasan mengenai aktifitas di Eco Camp yang memiliki total lahan seluas 8.000 meter persegi (m2) kepada pengunjung dari Makassar yang terdiri dari Pengurus dan Staf Manajemen Credit Union (CU) Sauan Sibarrung dan CU Mekar Kasih,

serta Staf Komisi PSE Keuskupan Agung Makassar. “Di sini kita akan mengalami waktu hening, yakni jam 12 dan jam 15 siang. Tujuannya agar kita sejenak terlepas dari rutinitas dan mendekatkan diri dengan alam,” lanjut pria muda berkaos hijau itu, Senin, 21 Agustus 2017.

Demikianlah, selama 5 hari para peserta diajak untuk mengalami dan merasakan sendiri kedekatan dengan alam. Melalui rutinitas harian, seperti saat hening, santapan penuh kesadaran, berkebun, bermeditasi, mendengarkan ceramah, membersihkan lingkungan camp, dan sebagainya, peserta dituntun untuk menghayati Tujuh Kesadaran baru: yakni Hidup Berkualitas, Sederhana, Hemat, Peduli, Semangat Berbagi, Bermakna, dan Berpengharapan.

Kegiatan ini kemudian ditutup dengan Upacara Peneguhan. Dengan diiringi dengan lagu Indonesia Raya dan Bagimu Negeri, para peserta kemudian berjanji kepada dirinya dan Ibu Pertiwi, akan melakukan satu – dua tindakan nyata sepulangnya dari kegiatan ini.(Yohannes Pabiban)