Saatnya Akselerasi Digitalisasi CU di Indonesia Menjawab Tuntutan Pelayanan Terhadap Anggota di Tengah Wabah COVID 19

 

Tahun 2020 baru berjalan empat bulan lamanya, namun goncangan ekonomi sudahterasa sedemikian hebat. Wabah COVID-19 yang merebak di seluruh dunia dan jugadi Indonesia sejak Maret 2020 telah memukul berbagai sendi perekonomian. Untuk  memutus mata rantai penyebaran virus ini, pemerintah menerapkan kebijakan socialdistancing atau physical distancing yang mengharuskan agar setiap aktivitas masyarakatdiluar rumah dibatasi dan dilakukan dalam jarak sosial. Hal ini kemudian berimbas pada perlambatan aktivitas ekonomi, baik dari sisi permintaan maupun penawaran.

CU (Credit Union) sebagai salah satu jenis koperasi yang memberikan pelayanan keuangan, juga merasakan dampak yang signifikan dengan adanya kebijakan social distancing atau physical distancing. Implementasi kebijakan tersebut sangat mempengaruhi pelayanan CU kepada anggotanya, terutama bagi CU yang selama ini hanya mengandalkan pelayanan berbasis offline. Bagaimana CU mesti menghadapinya? Digitalisasi produk dan layanan CU menjadi salah satu jawabannyaselain usaha CU untuk menolong anggota yang kesulitan membayar karena persoalan ekonomi saat ini.

Momentum ini akhirnya menjadi titik balik bagi pengurus dan manajemen di CU untuk focus mempercepat layanan berbasis online kepada anggota. Banyak CU di Indonesia sudah lama melirik dan merencanakan untuk membuat digitalisasi produk dan layanannya. Namun belum banyak yang sampai pada keputusan bahkan tindakan untuk implementasi segera. Digitalisasi sering kali dirasakan sulit dan bahkan dipandang mahal sehingga akan membebani beban operasional CU. Ada berbagai argumen yang muncul sehingga proses pengambilan keputusan din CU terkesan lambat, ragu-ragu dan tidak berani. Kondisi ini yang menjadi kesulitan tapi sekaligus tantangan bagi CU.  CU Sauan  Sibarrung sejak Januari 2018 berani untuk mengambil keputusan digitalisasi produk dan layanan. Keputusan berani ini, menjadi sebuah kekuatan yang dirasakan saat ini ketika pandemic  Covid-19 ini melanda negeri ini. Bahkan menghadapi situasi ini, CU Sauan Sibarrung menjadikannya sebagai kesempatan untuk semakin memperbaiki program digitalisasi yang telah dilakukan selama ini. CU Sauan Sibarrung saat ini masih bisa tetap melayani anggotanya dengan berbagai alternatif di tengah kondisi seperti sekarang ini.

CU Sauan Sibarrung merasakan manfaat dengan adanya pelayanan berbasis digital bagi para anggotanya melalui penggunaan Aplikasi Escete. Dengan pemanfaatan aplikasi ini, anggota CU diberikan kemudahan dan keamanan dalam bertransaksi tanpa harus datang ke kantor TP (Tempat Pelayanan). Transaksi yang dapat dilakukan dengan Aplikasi Escete, diantaranya pengecekan jumlah dan saldo pinjaman maupun simpanan secara real time, transfer ke sesama anggota CU, transfer dari dan ke bank online, pembayaran dan pembelian biller online, hingga pengajuan pinjaman online. Bagi anggota CU yang belum mengaktivasi aplikasi Escete, mereka pun dapat melakukan aktivasi aplikasi Escete dengan mudah secara online.

Kemudian, di awal tahun 2020 ini, CU Sauan Sibarrung juga telah meluncurkan Mobil Tempat Pelayanan pertama di Toraja yang berfokus untuk melayani basis anggota yang cukup jauh tempat tinggalnya dari kantor TP. Mobil TP ini dilengkapi dengan fasilitas mesin anjungan setor tunai dan tarik tunai, sehingga memudahkan anggota CU untuk melakukan transaksi penyetoran dan penarikan uang secara tunai dari simpanan mereka. Selain itu, anggota CU juga dapat melakukan transaksi pembayaran listrik bulanan (pasca bayar), pembelian token listrik, dan isi pulsa, dengan bantuan staf Mobil TP.

Sesuai dengan perencanaan dalam waktu dekat, CU Sauan Sibarrung juga akan merilis layanan tarik tunai melalui ATM Bank dengan menggunakan Corporate Debit Card, serta mengembangkan layanan setor dan tarik tunai bagi anggota CU melalui toko ritel. Tujuan dari pengembangan layanan tersebut tentunya tidak lain agar anggota CU tetap dapat bertransaksi secara aman, mudah dan terjangkau di tengah situasi seperti ini. Meski tantangan di lapangan tidak mudah, di antaranya adalah bagaimana Mengajak anggota Beralih dari system manual ke sistem online di kampung-kampung, namun, CU Sauan Sibarrung terus berupaya mengedukasi anggota agar secepatnya merasakan manfaat pelayanan online yang lebih efisien dan memudahkan. Sudah saatnya bagi CU untuk berperan aktif dalam mengimplementasikan pelayanan berbasis teknologi seperti ini. Pelayanan berbasis tehnologi dapat menjawab tuntutan pelayanan terhadap anggotanya terutama di tengah merebaknya wabah COVID-19 dan tentu untuk keberlanjutan gerakan CU di masa depan. Saatnya CU melihat kebutuhan digitalisasi ini sebagai hal yang penting, sangat mendesak dan bisa dijangkau. Tidak perlu menunggu waktu lama dan tidak perlu ragu untuk digitalisasi CU. Salam sehat dan salam tangguh.

Sumber majalah PICU edisi Mei 2020