PERESMIAN KANTOR BARU TP RANTEPAO

"ADA ASA DI TORAJA UTARA"

“Setiap hari, hampir 32 juta uang orang Toraja melayang untuk membeli BaleBolu dan BaleKarappe dari Luwu. Demikian juga setiap hari sekitar 30 truk sayur untuk ternak Babi menyerbu Toraja”, demikian contoh situasi Toraja terkini, yang disampaikan oleh Bupati Toraja Utara, Drs. Frederik Batti Sorring, S.Sos, MM, dalam sambutannya pada Peresmian Kantor CU Sauan Sibarrung Tempat Pelayanan Rantepao, Sabtu, 23 Juli 2011.

Lanjutnya, “Situasi ini tentu sangat memprihatinkan dimana masyarakat kita cenderung tidak produktif lagi”. Simpul ini mungkin akan membuat kita pesimis, tetapi tentu masih ada harapan untuk berbenah diri! Paling tidak, menurut Bupati, kehadiran CU Sauan Sibarrung di Toraja Utara telah menjadi momen penting bagi pemberdayaan masyarakat, terutama mengajak masyarakat untuk menatap dan menyiapkan masa depan melalui kebiasaan menabung. “Mereka yang rajin menabung adalah mereka yang melihat ke masa depan dan merencanakan hidupnya”, tandas Bupati.

Acara peresmian yang dimulai pada pukul 11.00 WITA ini, selain dihadiri oleh unsur internal CU Sauan Sibarrung (Pengurus, Pengawas, Komite, Staf), juga hadir tamu undangan dari pihak pemerintah, Para Pastor, Suster, Frater, tokoh Umat Katolik, Mitra kerja CU, tokoh agama, tokoh masyarakat, aktivis pemberdayaan masyarakat, anggota CU, dan masyarakat sekitar. Acara peresmian didahului dengan misa syukur di Gereja Katolik Rantepao pada pukul 09.00. Misa syukur adalah perayaan syukur seluruh anggota CU, khususnya anggota TP Rantepao, atas terselesainya pembangunan kantor baru. Misa syukur dipimpin oleh P. Fredy Rante Taruk, Pr (Ketua PSE KAMS, yang juga adalah Ketua CU Sauan Sibarrung) dan didampingi oleh 11 (sebelas) imam lainnya. Misa juga dimeriahkan oleh koor dari Paroki Deri dan koor OMK Paroki Rantepao. Dalam kotbahnya, P. Fredy mengulas sejarah keterlibatan Gereja Katolik dalam gerakan Credit Union, dengan simpul bahwa memang sejak awal Gereja Katolik telah menaruh perhatian pada gerakan ini. Arah ini sejalan dengan bacaan Injil “Terang dan Garam Dunia” (Matius 5:13-16). Gereja Katolik hendaknya tetap menjadi terang dan garam bagi masyarakat melalui gerakan ini. Gereja juga tetap sebagai kompas moral, memberi arah etis, sekaligus menjaga agar credit union berada pada rel yang tepat, bersih, dan berpegang pada Ajaran Sosial Gereja, sebagaimana nilai-nilai dasar yang telah dicontohkan oleh Yesus dalam segala sikap dan tindakan-Nya.

Acara peresmian kemudian dilanjutkan ke kantor baru, sekitar 500 meter dari gereja Katolik Rantepao, tepatnya di Jl. W. Monginsidi No. 16 A. Rangkaian acara yang sederhana ini berintikan peresmian kantor baru, yakni penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita (oleh Bupati Toraja Utara) dan pemercikan gedung (oleh P. Christ Sumarandak, MSC). Semuanya itu didahului dengan laporan dan sambutan-sambutan. Oleh ketua panitia peresmian, dikisahkan secara singkat tentang sejarah TP Rantepao. Bermula dari kehadiran CU Sauan Sibarrung di Toraja pada 7 Desember 2006, gerakan ini kemudian menyisir pinggiran Toraja, sebelum akhirnya secara resmi hadir di Rantepao pada tanggal 1 Juli 2009. Sebelum itu, beberapa pendidikan dasar bagi calon anggota dilaksanakan di beberapa tempat, termasuk di Tandung Nanggala tgl. 20-21 Maret 2009 diikuti oleh 42 calon anggota; di Nanggala pada tanggal 15-16 Mei 2009, yang diikuti oleh 46 calon anggota; dan di Rantepao pada tanggal 20-21 Mei 2009, yang diikuti oleh 99 orang. dengan menempati ruang 3x8 meter, pinjaman dari paroki Rantepao, 2 (dua) orang staf melayani anggota, yang pada Desember 2009 telah mencapai 874 anggota dan asset Rp. 5.321.126.867,-

Perkembangan anggota yang cukup signifikan, yang pada akhir tahun 2010 telah mencapai 1.866, telah mendorong pengurus untuk segera mencari lokasi yang strategis bagi kantor baru. Dan akhirnya pada September 2010, Pengurus membeli sebuah gedung berlantai 2 di Jl. Monginsidi, dengan luas bangunan 500 M². bangunan tersebut telah direhab menjadi sebuah kantor yang cukup representatif, dengan tambahan sebuah aula bagi diklat-diklat CU yang mampu menampung sekitar 80 peserta diklat. Semua ini dipandang cukup memadai bagi pelayanan seluruh anggota di TP Rantepao, yang pada akhir Juni 2011 telah menembus angka 2.557 anggota. Dengan melihat potensi yang ada, dengan luas wilayah pengembangan 18 kecamatan dan 127 Desa-Kelurahan, TP Rantepao telah menjadi Kantor yang sangat potensial bagi di Toraja Utara. Sekedar diketahui, telah terdapat 2 (dua) kantor pelayanan CU di Toraja Utara, yakni TP Rantepao dan TP Deri. TP Deri melayani 3 (tiga) kecamatan di wilayah Sesean, dengan anggota per Juni sebanyak 1.478. Jadi keseluruhan anggota CU di Toraja Utara telah mencapai 4.305.

Pemberdayaan CU di wilayah Toraja Utara, sebagaimana yang disampaikan oleh Ketua CU Sauan Sibarrung, P. Fredy Rante Taruk, Pr, tetap terarah bagi pemberdayaan masyarakat sederhana dan masyarakat kecil. Ini terbukti dengan data yang terpapar. Dari 13.989 anggota CU per Juni 2011, terdapat 3.141 petani (atau 22,45%), 3.045 ibu rumah tangga (atau 21,77%), dan 1.718 PNS (atau 12,28%). Selebihnya adalah TNI/Polri, Para Rohaniawan/Pendeta, Mahasiswa/Pelajar, Pensiunan, dll. Sementara itu, dari data penabung, anggota yang menabung di bawah Rp. 5 juta berjumlah 7.602 orang (atau 54,34%) dengan tabungan sebesar 21,4 Milyar. Anggota yang menabung 5 juta sampai Rp. 9,99 juta berjumlah 4.389 orang (atau 31,37%) dengan tabungan sebesar Rp. 25,1 Milyar. Anggota yang menabung antara Rp. 10 sampai dengan 25 juta berjumlah 1.720 orang (atau 12,30%) dengan tabungan sebesar Rp. 22,7 Milyar. Dengan demikian anggota CU SS sebagian besar menabung masih di bawah Rp. 10 juta rupiah yakni sebanyak 11.991 orang (atau 85,72%). Data ini masih ditambah dengan sebanyak 225 pelaku usaha kecil di pasar Makale dan pasar Pagi Rantepao, yang sudah didampingi oleh CU agar mereka mampu menabung dan merencanakan usaha dan masa depan mereka. Dengan data-data ini, nampaklah bahwa CU Sauan Sibarrung tetap pada arah bersama: “Lembaga Pemberdayaan Hidup menuju Kesejahteraan Masyarakat”.

Dan sebagaimana harapan yang disampaikan oleh Bupati Toraja Utara, CU Sauan Sibarrung akan menjadi mitra pemerintah ke depan untuk mendidik masyarakat, mengentaskan kemiskinan, dan memberdayakan masyarakat Toraja Utara. Maka, simpul tulisan singkat ini, ADA ASA DI TORAJA UTARA, dari Rantelemo hingga ujung Baruppu’, di tengah situasi miskin, terpinggir, dan perilaku konsumtif masyarakat. Semoga!

 

Rantepao, akhir Juli 2011

Anthonius Pararak, M.Si

 

Ketua Panitia Peresmian