Credit Union Harus Melihat Kemiskinan di tengah Masyarakat

Koperasi Credit Union dipandang sebagai lokomotif pemberdayaan ekonomi, terutama pada masyarakat kecil. Koperasi Credit Union Sauan Sibarrung yang didirikan pada Desember 2006, di Paroki Makale, atas prakarsa Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) Keuskupan Agung Makasar jugs telah ambil bagian dalam gerakan pemberdayaan ekonomi rakyat, terutama di masyarakat Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Sampai akhir Februari 2013, menurut Sang Ketua, Romo RD Fredy Rante Taruk, jumlah anggota Credit Union (CU) Sauan Sibarrung sudah mencapai 22.398 orang dengan aset sebesar Rp 198 miliar lebih, dan memiliki 11 kantor tempat pelayanan. Namun diakui, berkembangnya jumlah anggota dan aset yang demikian pesat, tidak dapat menjamin bahwa CU telah mampu mengangkat masyarakat dari kemiskinan. CU dapat terjebak sekedar Koperasi Simpan Pinjam (KSP), tempat menumpuk aset, bahkan bisa terjebak dalam pusaran kapitalisme semu.

Itu adalah kutipan yang diambil dari Majalah Bulanan UKM Edisi No. 83 Thn. VIII Mei 2013 halaman 22, 23, dan 24. Silahkan kli berikut untuk melihat file hasil scan dalam bentuk PDF:

  1. Halaman 22
  2. Halaman 23
  3. Halaman 24