CU SAUAN SIBARRUNG “SEKOLAHKAN” 12 STAF

Salah satu faktor yang paling menentukan dan strategis bagi masa depan dan eksistensi Credit Union adalah para stafnya. Sebab mereka inilah yang sehari-hari mengelola dan sekaligus menggantungkan hidupnya pada Credit Union (CU). Di tangan staf yang jujur, bermoral dan profesional maka niscaya CU akan tetap menjadi alat untuk mensejahterakan anggota dan masyarakat umumnya.

Untuk mendapatkan staf CU yang mampu mengelola CU secara jujur, bermoral dan professional maka Pusat Koperasi Kredit Badan Kordinasi Credit Union Kalimantan (Puskopdit BKCUK) District Office (DO) Wilayah Indonesia Timur mengadakan Pendidikan dan Pelatihan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Diklat PSDM). Diklat yang kedua kalinya tersebut selama 40 hari, yakni tanggal 21 Juli sampai 26 Agustus 2013 bertempat di Panti Samadi Ratna Miriam, Malino, Kabupaten Gowa, Sulaweis Selatan. Malino dipilih karena udaranya segar dan dingin sehingga peserta bisa berkonsentrasi.

Dalam Diklat yang kedua kalinya ini CU Sauan Sibarung (CUSS) mengirimkan 12 orang stafnya untuk “sekolah” selama 40 hari tersebut. Mereka adalah (1). Paulus Toya (staf kredit), (2).Risusanto Te’Dang (staf kredit), (3).Alfriani Ambun (kepala kasir TP Makale), (4).Apriani Sanda (staf keuangan), (5). Laurensius Tombi Padang (staf Diklat), (6). Rinto Bangalangi (staf kredit), (7). Yumelda Ruth (staf keuangan), (8). Sarlota Mangallo (staf keuangan), (9). Emiliani P. Palamba (staf divisi keuangan), (10). Oktavianus Sumule (staf penagihan), (11). Regina W.Ngaris Kota (staf keuangan), (12). Desen Martho (staf Diklat).

Pastor Fredy Rante Taruk, Pr., wakil ketua BKCUK dalam pengarahannya pada pembukaan Diklat meminta seluruh peserta berjumlah 49 orang tersebut agar berdisiplin diri, mengubah hal-hal buruk dalam dirinya, dan mampu menerapkan pengetahuan,keterampilan yang diperoleh di CU masing-masing. ”Ini kesempatan terbaik bagi Anda untuk belajar secara utuh tentang CU. Gunakan kesempatan ini karena tidak akan datang dua kali,” pesan Pastor yang juga pendiri/pengurus sejumlah CU di wilayah Indonesia Timur ini.

Ada 11 CU yang mengirimkan stafnya mengikuti Diklat ini: 9 dari wilayah Indonesia Timur, satu dari Kalbar dan satu CU dari Jatim. Yakni CU Kasih Sejahtera, Atambua-NTT (10 orang), CU Sauan Sibarung, Tana Toraja-Sulsel (12 orang), CU Mekar Kasih, Makasar-Sulsel (4 orang), CU Bahtera Sejahtera, Maumere- NTT (5 orang), CU Ndar Sesepok, Agats-Papua (2 orang), CU  Primadanarta, Surabaya ( 1 orang), CU Liku Aba, Wetebula-NTT (3 orang), CU Hati Amboina, Ambon (2 orang), CU Mototabian, Sulut (1 orang), CU Pancur Dangeri, Ketapang-Kalbar (3 orang), dan CU Sinar Saron, Larantuka-NTT (5 orang).

Selama 40 hari peserta mendapatkan pengetahuan, keterampilan teknis serta pembinaan mental spiritual. Ada 11 materi pelatihan yang disampaikan oleh fasilitator yang sudah berpengalaman dan sehari-hari menggumuli mumpuni. Yakni Pastor Fredy Rante Taruk (Kepemimpinan, Manajemen Konflik), Pastor Junarto Timbang, Pr (Personality Plus), Antonius Pararak (Manajemen Diklat), Edi Susanto (SP dan BP), Serapina Serafin (Manajemen Keuangan), Salomon (Satuan Pengendalian Internal), Pius Matangkin, Edi V. Petebang (Kepenulisan/Jurnalistik).

Kedua belas materi tersebut adalah: (1). Kepemimpinan (2). Strategic Planning dan Business Plan (3).Manajemen Diklat (4).Personality Plus (5).Manajemen Keuangan (6).Sistem Pengendalian Internal (7).Manajemen Konflik (8).Manajemen Kredit (9).Penulisan/Jurnalistik (10 ).Outbond (11).Membangun Komitmen Bersama. Hampir semua materi terdiri dari teori dan praktek. Tujuannya agar peserta benar-benar tahu dan paham tentang yang dipelajarinya.

 

Selain materi tersebut, setiap pagi dan malam dilaksanakan doa dan renungan, juga ada olah raga. “Diklat ini untuk mengembangkan potensi diri dengan mampu berpikir strategis, peserta mampu menemukan jati dirinya, memiliki jiwa kepemimpinan serta menanamkan nilai-nilai positif dalam diri guna membangun Credit Union yang telah digeluti ini,” jelas Erowin, Kepala DO Indotim.

Dalam Diklat yang kedua ini ada satu materi baru, yakni tentang kepenulisan. Materi ini difasilitasi oleh Edi V. Petebang, salah seorang wartawan senior di Kalbar yang mulai berkarya sejak 1993. Ada empat sesi pokok dalam materi ini, yakni membentuk kesadaran bahwa menulis itu penting, bagaimana menulis berita, bagaimana menulis artikel opini, dan bagaimana mengelola sebuah media. Ada tiga kali praktek menulis yang kemudian dinilai oleh fasilitator. “Materi ini menarik karena hal baru bagi kami dan kami bertekad untuk mulai menulis,” kata Ardi, peserta dari CU Pancur Dangeri.

Pada akhir acara semua peserta membuat komitmen secara pribadi dan bersama-sama untuk menerapkan pengetahuan, keterampilan yang didapat selama pelatihan ini di CU nya masing-masing. Risusanto Te’Dang dari CU Sauan Sibarung misalnya mempunyai komitmen pribadi untuk memberikan segenap kemampuan terbaik yang ia miliki untuk membesarkan dan menyebarluaskan CU.

Semoga udara dingin bersuhu 17-22 derajat Celsius di “Kota Wisata” Malino menjadi pengingat para peserta PSDM2 untuk memberikan yang terbaik dari dirinya bagi pengembangan Credit Union.

CUSS adalah anggota Puskodpit BKCU Kalimantan. Sampai bulan Mei 2013 ada 47 Credit Union yang menjadi anggota Puskopdit BKCUK yang berpusat di Pontianak. Total asset ke-47 CU yang tersebar di seluruh pulau di Indonesia tersebut mencapai total asset  Rp. 4.453.732.068 ( 4,45 triliun) dan anggota 396.972 orang. Pencapaian ini harus terus dipertahankan dan ditambah. Karena itu diperlulan para staf yang mumpuni dan punya integritas.

Regina W. Ngarus Kota, Desen Martho, Edi V. Petebang

 

Foto-foto kegiatan: