Berita


PELATIHAN PERTANIAN TERPADU CU SAUAN SIBARRUNG BEKERJASAMA DENGAN SP2T PSE CAMAR : Merawat dan mencintai bumi untuk pangan yang sehat bagi semua

Dengan tema “Mencintai dan merawat bumi untuk pangan yang sehat bagi semua”,  CU Sauan Sibarrung bekerjasama dengan Sentrum Pelatihan Pertanian terpadu (SP2T ) Bolu-PSE-Caritas Makassar, kembali melibatkan aktivis dan petani dalam pendidikan dan pelatihan pertanian yang ramah lingkungan. 

 

 

Tujuan pelatihan ini adalah untuk mengubah kesadaran para petani, khususnya anggota kelompok binaan CU Sauan Sibarrung, bahwa bahan-bahan kimia sintesis dalam bentuk pupuk dan pestisida yang masih banyak ditemui dan digunakan, memiliki efek samping yang sangat membahayakan kesehatan dan merusak alam dan bumi. Hal inilah yang menjadi keprihatinan CU-SS, terutama menyangkut kesehatan lingkungan dan bagi pengembangan budidaya pangan  lokal.Selain di bidang pertanian, aktivis juga dilatih pola beternak yang efektif dan ekonomis.

Pelatihan pertanian terpadu yang diselenggarakan di Aula Pusat Pastoral IKAR Rantepao Kabupaten Toraja Utara ini berlangsung selama tiga hari, dari tanggal 10 sampai dengan 12 September 2015. Pelatihan kali ini melibatkan aktivis PSE, Sangayoka  (Kelompok Inti) dan  anggota kelompok binaan CU Sauan Sibarrung, yang berasal dari wilayah Toraja dan Luwu. Peserta dari Toraja terdiri dari 6 (enam ) orang TP Makale, TP Deri 4 (empat) orang, TP Rantepao 5 (lima) orang, TP Rantetayo 5 (lima) orang, TP Sangalla’ 4 (empat) orang, TP Rembon 3 (tiga) orang, dan TP Mengkendek ada 4(empat) orang. Sedangkan dari wilayah Luwu ada 6 (enam) orang dari TP Bone-bone, TP Padang Sappa 2 (dua) orang, TP Palopo 4 (empat) orang, dan TP Saluampak 8 (delapan) orang.

Pelatihan selama tiga hari ini dikoordinir oleh pengurus SP2T Bolu, yakni  P. Stanis Dammen, Pr (Ketua SP2T) dan Ignas Rantetaruk, S.Sos (Sekretaris SP2T). Hari pertama diawali dengan materi ekologi tanah oleh Bapak Paulus Limbong dan Laurensius Palinoan. Pada sesi ini peserta diajak mengenal sifat-sifat tanah, diantaranya sifat fisik tanah atau jenis-jenis tanah, sifat fisik biologi  tanah, dan sifat kimia tanah. Bukan hanya materi secara lisan saja namun peserta diajak langsung melihat contoh-contoh tanah yang dimaksud. Pada sesi berikutnya, Ibu Milka Patongloan mengajak peserta untuk mengubah kehidupan melalui wirausaha tani dan usaha produktif. Kesadaran peserta digugah untuk tidak secara tradisional mengolah hasil tani mereka, tetapi dengan kreatifitas mengolahnya menjadi produk pascapanen yang lebih bermutu dan berdaya saing.

Sesi terakhir pada hari pertama, setelah perayaan ekaristi sore hari, adalah Peternakan dan Wirausaha Ternak babi yang dibawakan oleh penyuluh peternakan, yang juga pengurus CUSS, Syrilius T. Tandioga, S.Pt. Peserta diajak mengenal seluk beluk pemeliharaan ternak babi. Dari soal bibit, anakan, kandang, kesehatan dan penyakit, pakan lokal, pupuk kompok dan biogas dari kotoran babi, dan analisis usaha ternak babi. Peserta sangat antusias terlibat dalam materi dan praktek yang disuguhkan, mengingat sebagian besar peserta pernah dan sementara memelihara ternak babi. Banyak masalah yang selama ini mereka hadapi, yang rupanya dengan sederhana dapat diselesaikan, mengingat bahan, pakan, dan jenis obat-obatan yang dengan mudah didapatkan. Secara khusus, adalah pakan ternak babi dapat dimaanfaatkan dari limbah rumah tangga, sisa-sisa dapur, yang murah dan mudah didapatkan.

 

 

Hari kedua pelatihan diawali dengan Misa pagi pada pukul 06.00 WITA. Materi pelatihan hari kedua dimulai dengan Praktek Pembuatan Pupuk Organik Cair dan Padat yaitu pupuk kompos dan MOL (Mikro Organisme Lokal), yang difasiitasi oleh pak Rufinus Palinoan, Linus Pangalinan dan Hendrikus. Peserta sangat antusias menyimak dan terlibat, karena mereka akhirnya tahu bagaimana cara membuat pupuk organik dari bahan yang mudah didapatkan dari lingkungan sekitar, atau dari bahan yang sudah tidak layak untuk dikonsumsi lagi. Mereka pun kini bisa mengurangi pemakaian pupuk kimia dengan menggunakan pupuk organik buatan mereka sendiri, yang mana pupuk organik berperan penting memperbaiki fisik tanah yang telah rusak, memperbaiki biologi tanah dan fisik kimia tanah.

Selanjutnya, materi diteruskan dengan Pengendalian hama terpadu (PHT) oleh tim fasilitator.  Melalui materi ini peserta diajarkan bagaimana mengendalikan hama dengan cara alami. Terlebih dahulu, peserta diajak untuk mengenali hama dan musuh alaminya kemudian tindakan pencegahan yang harus dilakukan. Selain tindakan pencegahan, peserta juga diajarkan untuk mengenali tindakan kuratif atau pengobatan.

Peserta diajarkan  bagaimana cara mengendalikan dan memberantas hama dengan pestisida alami dengan bahan yang mudah ditemukan disekitar kita. Peserta sangat antusias dalam mengikuti materi ini karena pembelajaran yang diberikan oleh bapak Martinus Pasa’ti dan Rufinus Palinoan tidak hanya melalui teori saja, namun melalui proses praktek langsung seperti menunjukkan contoh tanaman yang digunakan sebagai bahan pembuatan pestisida alami dan bagaimana cara pembuatan pestisida alami tersebut.

Tidak kalah menarik juga, peserta diajak bagaimana cara pengolahan hasil panen yang bisa meningkatkan pendapatan. Melaui praktek yang difasilitasi oleh pak Rufinus Palinoan dan Martinus Pasa’ti, peserta diajarkan bagimana proses pembuatan sari jahe, jus dan sirup jagung, emping dari garut, pisang gepok dan tepung dari ketela dan ubi jalar. Peserta sangat senang dan aktif dalam proses ini, karena mereka tidak hanya melihat cara pembuatannya,tetapi ikut serta dalam proses pengolahannya. 

Hari kedua diakhiri dengan review dan sharis dari  Bpk. Ignas Rantetaruk, Paulus Limbong dan Imanuel K. Para’pak. Pada sesi ini, peserta mendapat tambahan wawasan tentang pengalaman sebagai penyuluh pertanian dan peternakan. Peserta juga diajak menjadi penyuluh bagi kelompok-kelompok binaan CU-SS yang ada di wilayah pengembangan CU-SS. Sharing ini ditutup dengan pemutaran beberapa film pertanian dengan harapan peserta bisa lebih termotivasi.

Hari ketiga pelatihan diawali dengan sesi Budidaya padi SRI organik oleh pak Paulus Limbong dan Linus Pangalinan. Budidaya padi SRI memiliki beberapa keunggulan, yakni dapat diakses oleh petani kecil  guna meningkatkan kualitas dan kesehatan makanan. Sedang bagi petani berskala besar dapat menjadi peluang bisnis, bersifat ekonomis karena hasilnya menguntungkan dan ramah terhadap lingkungan, dan lebih tahan terhadap hama dan penyakit. Budidaya padi SRI sebenarnya sudah mulai digalakkan oleh beberapa kelompok tani di Toraja, dan memang belum dikenal secara luas.

Selain materi Budidaya Padi SRI organik, hari ketiga pelatihan diisi dengan diskusi, presentasi kelompok dan simulasi tentang beberapa hal untuk meningkatkan kesadaran tentang pertanian yang ramah lingkungan. Juga diisi dengan rencana tindak lanjut masing-masing peserta bagi kehidupan pribadi dan juga dalam kesatuan sebagai aktivis di wilayah masing-masing.

Semoga nilai inti CUSS, “madarana lako daenan” (ramah lingkungan) yang didalami dalam pelatihan ini juga memberi kontribusi bagi perilaku konsumsi pangan yang sehat, yang muncul dari kecintaan kita akan perawatan bumi (tanah) yang berkelanjutan. (ap – yys)

 

 

 

Kalkulator Kredit (Silahkan klik untuk mulai menghitung)

Kisah Sukses

IMAGE CUSS Membarikan Ketenangan Dalam Menjalankan Usaha
Tuesday, 13 November 2012
Manakah yang anda pilih, punya utang 10 juta rupiah dengan asset 50 juta rupiah atau punya utang 100 juta rupiah dengan asset  600 juta rupiah? Demikian pertanyaan bapak menteri BUMN Dahlan Iska... Read More...
IMAGE Kisah Sukses Dari KM Saluampak
Tuesday, 13 November 2012
Setelah sekian lama CUSS KM Saluampak berjalan, sudah banyak anggota yang sudah merasa sangat tertolong dan terbantu oleh kehadiran CUSS di tempat ini. Banyak anggota yang awalnya menggadaikan kebun... Read More...
IMAGE Membangun Keluarga dan Masyarakat melalui Credit Union Sauan Sibarrung
Friday, 14 June 2013
Saya Andarias Tappi’, anggota CU – SS dari TP Deri. Sehari-hari saya dipanggil Pong Riani.  Saya menjadi anggota CU sejak tahun 2007 yang pada saat itu masih berpusat di Makale. Saya ingin... Read More...

Kalender & Agenda

Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31

Weblinks

Visitors Counter

6625704
Today
This Week
This Month
All days
4111
34280
115121
6625704