KABAR GEMBIRA MELALUI BUDIDAYA PADI SRI

Selasa, 23 Februari 2016, penanaman padi dilakukan oleh kelompok binaan CU Sauan Sibarrung dengan metode SRI, bertempat di areal sawah milik Bapak Paulus Kabangga’,tepatnya di daerah Tondon Marante, Kecamatan Tondon, Kabupaten Toraja Utara.Sekitar 20 aktivis PSE CARITAS dan aktivis CU Sauan Sibarrung yang berasal dari berbagai wilayah Toraja (Rantepao, Deri, Sanggalla, Makale,dan Mengkendek) turut ambil bagian dalam kegiatan ini.

Kegiatan ini cukup menarik perhatian, mengingat metode ini cukup asing dan masih baru bagi sebagian besar masyarakat sekitar, yang turut menyaksikan kegiatan ini. Bagaimana mungkin bibit padi yang ditanam hanya satu pokok saja? Apakah bisa bertahan hidup? Apakah bisa mendatangkan hasil? Demikian keraguan yang muncul. Selama ini masyarakat menanam padi dari bibit hasil pesemaian tradisional (panta’nakan) dalam jumlah antara 8-10 pokok. Cara ini sudah secara turun temurun dilakukan.

Meski begitu, anggota kelompok dan para aktivis terus melanjutkan pekerjaan mereka: ada yang menarik papan untuk membentuk garis berbentuk kotak persegi  (40x40 m²), ada yang menabur campuran pupuk kompos dari kotoran ternak kering dan arang sekam, dan beberapa lainnya mulai menanam bibit padi di setiap sudut kotak persegi yang sudah terbentuk. Satu pokok bibit untuk setiap sudutnya.

Kegiatan ini merupakan rangkaian program Pilot Project penerapan metode SRI dari Sentrum Pelatihan Pertanian Terpadu (SP2T) PSE CARITAS Kevikepan Toraja,pada kelompok tani di beberapa tempat di Toraja. Dan pada kesempatan ini, dilakukan pada kelompok Tani Sikamasean yang dimotori oleh Ibu Ester Turu, yang juga adalah kelompok binaan CU Sauan Sibarrung sejak tahun 2015. Kelompok Sikamasean membuka diri untuk mencoba program yang dikembangkan bersama oleh SP2T PSE CARITAS Kevikepan Toraja dan CUSS untuk pemberdayaan petani, khususnya yang telah terbentuk sebagai kelompok binaan.

Setelah proses sosialisasi program di tahun 2015, diskusi antara petani anggota kelompok dengan aktivis terus dilakukan di bulan Januari. Dan setelah kelompok siap,serangkaian kegiatan untuk penerapan metode SRI pun dilaksanakan selama kurang lebih 3 minggu terakhir, mulai dari pengerjaan lahan dan penyiapan bibit, dilanjutkan dengan pesemaian bibit, pembuatan pupuk kompos dan Mol, dan pada tanggal 23 Februari 2016, dilakukan penanaman bersama- sama oleh aktivis SP2T dan anggota kelompok.

Dengan tetap menjalankan misi SP2T untuk penerapan pertanian alami dengan pupuk organik, percobaan ini dilakukan dengan menggunakan bibit padi varietas lokal yakni jenis pare bau’, sesuatu yang tidak biasa dalam penerapan metode SRI. Selama ini, yang diketahui masyarakat dan pemerintah,  penanaman dengan metode SRI adalah dengan penanaman bibit unggul,dan bukan varietas lokal.

 

“Metode SRI adalah cara kita petani melakukan aktivitas bertanam padi, dengan tujuan meningkatkan produksi. Metode ini dikembangkan dari perilaku benih padi yang jatuh di pinggir sawah atau di pematang meskipun hanya satu biji bisa bertumbuh dengan puluhan anakan dan berbuah lebih lebat dibanding yang kita tanam di sawah” terang Paulus Limbong, aktivis SP2T dan mentor CU, sebagai penanggungjawab kegiatan. “sistem intensifikasi ini dilakukan untuk memaksimalkan penggunaan lahan, sekaligus meminimalisir pengggunaan sumberdaya yang selama ini tanpa sadar masih sangat tinggi digunakan petani seperti penggunaan bibit, dan pupuk kimiawi untuk menunjang produksi. Sebagai petani kita harus bisa berpikir sehemat mungkin untuk hasil produksi yang tinggi”, tambahnya.

 

Kegiatan ini pun disambut baik oleh anggota kelompok Sikamasean. Beberapa anggota dan masyarakat sekitar merasa heran, sawah yang biasanya ditanami bibit tidak kurang dari 10 kg padi, sekarang bisa ditanami hanya dengan 1 kg bibit saja. Selain itu, dari segi biaya dirasa lebih ringan karena pupuk tidak lagi dibeli danongkos tanam (biaya tanam dan konsumsi) lebih hemat. Dengan bekerja bersamacdalamcsemangat berbagi  dan solidaritas, ini menjadi kabar gembira bagi anggota CU, petani, dan masyarakat luas.

 

Salama’

Ignas Rt

Aktivis SP2T